Alasan Sederhana Hikmah Bafaqih Minta Pemprov Jatim Dirikan Rumah Aman Bagi Perempuan dan Anak

By Kontributor 25 Feb 2020, 13:04:22 WIBPemerintahan

Alasan Sederhana Hikmah Bafaqih Minta Pemprov Jatim Dirikan Rumah Aman Bagi Perempuan dan Anak

Keterangan Gambar : Wakil ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Hikmah Bafaqih


Surabaya, matahationline.com- Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Hikmah Bafaqih minta Pemprov Jawa Timur untuk segera mendirikan rumah aman atau shelter bagi perempuan dan anak. Keinginannya tersebut tidak terlepas dari aspirasi dan fenomena kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terbilang cukup tinggi di Jawa Timur, khususnya di wilayah Madura.

Pasalnya, kasus kekerasan perempuan dan anak di Jatim seperti fenomena gunung es. Khususnya di wilayah Madura yang seakan tidak ada habisnya. Oleh karenanya, perlu didirikan shelter/rumah aman untuk melindunginya.

Politisi Fraksi PKB Jatim itu menilai, pendirian rumah aman/shelter sangat perlu, selain karena kebutuhan, juga ada kebijakan dari pemerintah pusat yaitu adanya perintah dari kementerian Dalam Negeri dan Kementerian PPPA. “Prinsipnya adalah Provinsi dan Kabupaten Kota diwajibkan memiliki Rumah Aman atau selter,” ungkap Hikmah usai menerima Jaringan Kerja Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (Jangkar PKTPA) di ruang Banmus, Senin (24/2) kemarin.

Komisi E, kata Hikmah, terus mendorong Pemprov Jatim serta membantu dalam prosesnya. Sebab, pihaknya sangat perhatian dengan perempuan dan anak. “Sebenarnya sudah ada selter, hanya kemudian bagaimana SOP-nya,” imbuhnya.

Untuk itu, Pemprov Jatim perlu melakukan pemetaan untuk menilai daerah-daerah mana yang masih minim layanan terhadap perempuan dan anak. “Ditingkat Bakorwil misalnya, khususnya di Madura karena layanannya buruk. Sementara korban sangat luar biasa banyaknya,” jelasnya.
“Jadi, khusus Madura wajib bagi kami harus ada. Ini termasuk bagian dari catatan kami,” tambahnya.

Politisi dari dapil Malang Raya itu kemudian minta adanya kerja agregate antara Pemprov dan Kab/Kota agar persoalan pencegahan dan penanganan perempuan dan anak lebih terukur. “Karena di Kab/Kota tidak sama semangatnya, padahal isu perempuan dan anak ini isu wajib, loh. Jenis layanan wajib di bidang pemerintahan,” paparnya.

Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jatim, Dr Andriyanto SH MKes mengatakan Rumah Aman ini bermaksud melindungi perempuan dan anak korban kekerasan.

“Tentunya membutuhkan recovery yang cukup panjang ketika ada seorang perempuan yang barang kali korban pemerkosaan misalnya. Dia akan menjadi setres. Anak-anak pun ketika ada kekerasan seksual juga akan menjadi stres. Oleh sebab itu perlu recovery, kita dampingi. Nah itu kita butuh tempat,” katanya.

“Kebetulan ada amanah juga untuk membentu UPT untuk perlindungan perempuan dan anak,” tambahnya. 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment