Bertemu Warga, Ning Laila Dicurhati Soal Minimnya Pembangunan Madrasah di Lumajang

By Kontributor 24 Nov 2019, 21:14:20 WIBDaerah

Bertemu Warga, Ning Laila Dicurhati Soal Minimnya Pembangunan Madrasah di Lumajang

Keterangan Gambar : Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur Ning Laila saat melakukan reses bertemu warga Candipuro Lumajang


Lumajang, matahationline.com -  Anggota DPRD Jawa Timur Lailatul Qodriyah melanjutkan kembali agenda resesnya untuk bertemu dengan masyarakat di dapilnya, yang tak lain adalah konstituennya saat pemilu 17 April kemarin. Agenda reses kali ini, perempuan yang biasa disapa Ning Laila itu bertemu dengan warga Kecamatan Candipuro Lumajang.

Saat bertemu warga dan juga kader-kader Fatayat NU Candipuro, Ning Laila dicurhati soal minimnya pembangunan sarana pendidikan untuk madrasah diniyah. Di kecamatan tersebut, pendidikan non formal yang berbasis agama itu luput dari perhatian pemerintah. Padahal, madrasah diniyah tidak hanya mendidikan kognisi anak, namun juga mendidikan akhlak dan perilalu anak.

“Persoalan pendidikan tentu saya siap untuk mengawal agar pembangunan dan pemenuhan sarasana dan prasarana untuk madrasah,” ungkapnya Minggu (24/11/2019).

Ia berjanji akan berkoordinasi dengan dinas terkait, baik dinas yang ada di bawah naungan Pemkab Lumajang taupun dinas di tingkat Provinsi Jawa Timur. Sehingga nantinya dapat ditemukan jalan keluar yang baik, bisa dalam bentuk program bantuan langsung berupa bangunan ataupun dalam bentuk intervensi kebijakan berupa subsidi pendidikan atau dana hibah dari pemerintah provinsi.

Selain itu, Politisi PKB Jawa Timur itu juga meminta kepada orang tua untuk mengawasi pergaulan putra-putrinya. Karena seiring dengan perkembangan teknologi, gaya pergaulan bebas kini mulai masuk dan mempengaruhi remaja-remaja di desa. Hal tersebut tentu harus menjadi perhatian orang tua agar anak sebagai generasi penerus tidak terjerumus pergaulan bebas seperti seks bebas, narkoba dan minum-minum yang dilarang. “Kita harus jaga betul anak kita agar tidak melanggar nilai, norma yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Tidak hanya itu, politisi Jatim asal dapil Lumajang-Jember itu juga meminta orang tua untuk selektif dalam memilih lembaga pendidikan untuk anak-anaknya. Ia berpesan orang tua tidak salah memilih pondok pesantren. Karena saat ini sudah banyak berkembang pondok pesantren yang beraliran islam radikal. “Karena itu, pilihkan pondok pesantren yang jelas ada di bawah nauangan NU, kiainya jelas NU, insyaallah selamat dan barokah,” pungkasnya.[er]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment