Bonus Demografi Sebagai Peluang dan Tantangan Jawa Timur

By Kontributor 08 Okt 2019, 21:53:30 WIBKetenagakerjaan

Bonus Demografi Sebagai Peluang dan Tantangan Jawa Timur

Keterangan Gambar : Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih


Surabaya, matahationline.com – Indonesia utamanya Jawa Timur harus bisa menangkap peluang bonus demografi yang akan berlangsung 2020 mendatang. Peluang tersebut adalah kemampuan untuk memanfaatkan pendudukan usia produktif (15-64 tahun) yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan pendudukan di usia non-produktif.

Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur Hikmah Bafaqih mengatakan bonus demografi  bisa menjadi peluang dalam kondisi ekonomi Indonesia  yang sehat dan stabil. Kondisi ekonomi Indonesia yang sehat akan menarik inverstor masuk Indonesia sehingga membuka peluang lapangan kerja. Dimana Indonesia sudah siap dengan tenaga kerja yang dibutuhkan. “Industri padat karya menyerap banyak tenaga kerja,” katanya.

Meski demikian yang menjadi kekhawatiran dan tantangan adalah jumlah usia produktif tersebut didominasi oleh lulusan SD dan SMP. Berdasarkan data dari Kementerian Tenaga Kerja, 60 persen kompetensi tenaga kerja Indonesia adalah lulusan SD-SMP. Sehingga menjadi beban pemerintah untuk mencari solusi agar tingginya usia produktif tidak diiringi dengan jumlah pengangguran.

Untuk mempersipakan usia produktif sebagai angkatan kerja yang kompetitif sesuai dengan kebutuhan pasar, pemerintah meningkatkan jumlah sekolah kejuruan atau SMK. Namun hal itu bukan jaminan lulusan SMK bisa diterima langsung oleh pasar kerja, karena asosiasi pengusaha Indonesia menilai lulusan SMK belum cukup mampu untuk bersaing dan berkompetisi dengan pekerja lainnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Hikmah mengusulkan adanya pengembangan sektor ekonomi riil yang mengedepankan wirausaha seperti Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sektor ini yang nantinya diharapankan tidak lagi memperhitungkan lulusan apa, namun lebih pada soft skiil yang dimiliki.

“Ini tidak bicara lagi lulusan negeri  atau swasta, SMA/S1. Namun lebih banyak dengan diciptakan lapangan kerja dengan dunia usaha yang ditentukan sendiri. Kerena itu kemudian program pemerintah ada starup untuk anak muda untuk dikembangkan,” ujarnya. [ec]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment