Fraksi PKB Pertanyakan Target Pendapatan Daerah RAPBD Jatim 2020 Turun

By Kontributor 05 Nov 2019, 16:59:37 WIBPemerintahan

Fraksi PKB Pertanyakan Target Pendapatan Daerah RAPBD Jatim 2020 Turun

Keterangan Gambar : Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Lailatul Qodriyah


matahationline.com –  Fraksi PKB DPRD Jawa Timur mempertanyakan soal turunnya target pendapatan daerah di RAPBD jawa Timur tahun 2020. Dimana RAPBD Tahun 2020 sebesar Rp 32,26 Triliun, sedangkan di tahun sebelumnya target pendapatan daerah dalam RAPBD perubahan tahun 2019 sebesar Rp 33,80 Triliun.

Target pendapatan tersebut menurut Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur Lailatul Qodriyah  perlu dikaji ulang, karena secara potensi seharusnya pendapatan daerah Jawa Timur dapat lebih tinggi dari target yang tercantum dalam RAPBD 2020. “Apa lagi pertumbuhan ekonomi Jatim hingga semester 1 masih di atas nasional dan diproyeksikan tumbuh positif hingga akhir tahun 2019,” katanya.

Selain itu, beberapa indikator kinerja utama Pemprov Jatim hingga semester 1 2019 berjalan cukup impresif yang tergambar dari penurunan angka kemiskinan, meningkatnya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) 2019 sebesar 70.02 persen. Dari kenaikan tersebut kata politisi PKB asal dapil Jember-Lumajang itu sebagai indikasi adanya kenaikan potensi ekonomi dari sisi pasokan tenaga kerja.

“Apalagi kinerja perdangan tumbuh positif dan izin prinsip investasi juga bergerak progresif,” ujanya.

Selain itu, trend pertumbuhan pendapatan daerah selama kurung waktu 2009-2018 menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif, bahkan rata-rata realisasi pendapatan daerah mencapai 100 persen.

Jika dilihat dari unsur PAD, Jawa Timur juga memiliki potensi dari pendapatan daerah dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, utamanya dari deviden BUMD. Menurut Laila, deviden masih bisa ditingkatkan dengan melakukan transparansi manajemen BUMD. Namun hingga kini, banyak BUMD di Jawa Timur yang belum memberikan laporan RKAP. “Padahal jika semua BUMD di Jatim melaporkan RKAP-nya, potensi deviden yang dapat disetorkan ke daerah dapat dilihat dan lebih transparan sejak dari awal,” katanya.[rc]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment