Gus Halim, Menteri Desa yang Hobi Bersilaturahmi

By Kontributor 30 Des 2019, 12:53:25 WIBTokoh

Gus Halim, Menteri Desa yang Hobi Bersilaturahmi

Keterangan Gambar : Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar


matahationline.com - Abdul Halim Iskandar adalah Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi memiliki hobi unik dan bahkan jarang dimiliki oleh orang, yaitu hobi bersilaturahmi. Pria yang biasa disapa Gus Halim tersebut setiap minggunya terbiasa keliling ke daerah-daerah Jawa Timur seperti wilayah Madura, Tapal Kuda, Mataraman, Pantura (Lamongan, Tuban, Bojonegoro) untuk bersilaturahmi, bertemu dengan kiai sepuh, kiai-kampung dan kiai-kiai yang ada di pondok pesantren. Bahkan jika dirata-rata dalam sepekan, Gus Halim bisa 2-3 kali.

“Kalau dirata-rata bisa seminggu 2-3 kali, tapi itukan rata-rata. Kadang bisa seminggu full. kenapa? Karena misalnya satu rute beberapa daerah , beberapa pesantren, hari ini dimana, besok dimana. Kadang juga dua minggu baru bisa silaturahmi, karena ada tugas yang tidak bisa ditinggal,” ungkapMantan Ketua DPRD Jawa Timur periode 2014-2019 itu.

Silaturahmi dari satu rumah ke rumah yang lain, dari satu pesantren ke pesantren yang lain bisa dikatakan sudah mengalir di darah dagingnya. Pria kelahiran Jombang 1962 itu sejak kecil dan usia remaja sudah tidak terbiasa tidur di rumah, ia terbiasa tidur dari satu musala ke musala yang lain dengan teman-teman se-kampungnya. Bahkan di musim panen tiba, Gus Halim kecil bersama kawan-kawannya tersebut tidur di sawah untuk menemani petani yang sedang menjaga hasil panennya.

“Pindah-pindah juga, dari satu ladang ke ladang petani yang lain, hampir setiap malam. Bertemu dengan orang, ngobrol dengan orang-orang suatu kebahagian bagi saya,” kisah Gus Halim kepada tim Matahati saat ditemui di kantornya, DPW PKB Jawa Timur.

Motivasi terbesar mantan aktivis PMII itu bersilaturahmi adalah karena silaturahmi merupakan bagian dari perintah agama. Keyakinan itu yang menggerakkan dirinya untuk bersilaturahmi. Namun terlepas dari perintah agama, tugas dan tanggung jawab yang diembannya sebagai Ketua DPW PKB Jawa Timur menjadi pendorong untuk dirinya giat bersilaturahmi. Dengan bersilaturahmi tersebut, kata Gus Halim, ia bisa menyampaikan berbagai informasi, baik terkait dengan kondisi politik, sosial budaya kemasyarakatan dan keagamaan serta kebijakan yang terkini di Jawa Timur ataupun nasional.

Pria yang dibesarkan di lingkungan Pondok Pesantren Denanyar Jombang itu berkisah bahwa dirinya mengikuti ajaran pamannya, Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Gus Dur adalah sosok tokoh bangsa dan seorang pemimpin yang sangat memperhatikan silaturahmi dengan kiai-kiai, tokoh kampung dan juga masyarakat kampung. Sosok gemar bersilaturahmi yang melakat kepada Gus Dur itulah kemudian yang ditiru oleh Gus Halim.

Manfaat bersilaturahmi itu kata mantan Ketua DPRD Jombang diantaranya adalah bisa menyerap berbagai informasi dan aspirasi dari orang-orang yang ditemui. Aspirasi tersebut kemudian menjadi pertimbangan dan modal untuk mengambil keputusan baik keputusan partai ataupun keputusan politik di parleman Jawa Timur. Sisi lain manfaat silaturahmi tersebut menjadi media untuk mengklarifikasi atas infomasi yang mungkin tidak jelas karena suatu keadaan yang berkenaan dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan partai.

Silaturahmi bukanlah perkerjaan yang mudah, karena silaturahmi tersebut menyita waktu, memerlukan tenaga dan pikiran. Tetapi semuanya itu bagi Gus Halim tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan nilai dan manfaat yang diperoleh dari proses silaturahmi.

“Benefit yang paling besar adalah masuknya berbagai informasi dari berbagai sumber, kemudian peluang untuk melakukan klarifikasi ketika memang ada informasi-informasi membutuhkan klarifikasi,” ungkapnya.

Bagi Gus Halim, bisa bertemu dengan kiai-kiai sepuh menjadi keberuntungan yang amat besar untuk dirinya. Pertemuan itu memiliki kesan yang mendalam dan berdampak positif dalam perjalanan karir politiknya di DPRD Jawa Timur dan saat ini lanjut memimpin Kementerian Desa.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment