Kesaksian Aktivis Papua, Gus Dur adalah Presiden yang Paling Manusiawi

By Kontributor 19 Feb 2019, 18:36:39 WIBSejarah Indonesia

Kesaksian Aktivis Papua, Gus Dur adalah Presiden yang Paling Manusiawi

Keterangan Gambar : istimewa


matahationline.com – Aktivis Papua Merdeka, Filep Karma memberikan kesaksian bahwa Abdurrahman Wahid alias Gus Dur adalah satu-satunya presiden yang prilakunya sangat manusiawi kepada masyarakat Papua. Karena di masa pemerintahan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu tidak pernah ada kasus penembakan yang terjadi terhadap orang Papua atau anggota Tentara Papua Merdeka (TPM).

"Waktu Gus Dur tidak terdengar orang Papua ditembak," ungkap Filep

Di masa itu, kenang Filep, TPM bebas untuk masuk ke kota dan berbaur dengan orang-orang yang ada di kota. Hal tersebut merupakan peristiwa yang sangat luar biasa, karena sebelum itu, TPM takut untuk masuk ke kota, apa lagi berunding dengan militer.

"Kayak waktu itu TPM bisa masuk ke kota berunding dengan militer. Wow, saya juga terkaget-kaget mendengarnya. Artinya TPM ini yang selalu enggak bisa masuk ke kota, bisa didatangkan di kota," ucap Filep.

Selain mengenang bagaimana kebijakan Gus Dur terhadap orang Papua, Filep juga mengatakan bahwa Gus Dur adalah presiden yang paling berani. Gus Dur mampu mengembalikan kepercayaan orang Papua kepada pemerintah Republik Indonesia (RI) dengan mengembalikan nama Papua yang sebelumnya bernama Irian jaya.

"Tahun 1999-2000, dia (Gus Dur) ingin menyaksikan matahari terbit pertama di Indonesia, di Papua. Beliau ke sana. Di situlah nama Papua kami dikembalikan," katanya.

Sebelumnya, penyebutan nama Papua dianggap sebagai tindakan separatis atau melawan kepada negara. "Dulu kalau kami sebut kata Papua saja, 'Wah, kamu separatis' katanya. Cuma istilah Papua, nama Papua, itu (disebut) separatis. Belum kata 'merdeka', baru Papua, 'Oh kamu separatis, kamu OPM', langsung dituduh. Dan, itu perlakuan yang kami dapat. Intimidasi terus," terang pria yang pernah di tahan sebagai tahanan politik itu.

 pada 30 Desember 1999 Gus Dur melawat ke provinsi paling timur Indonesia itu dengan dua tujuan. Pertama berdialog dengan elemen masyarakat di sana, dan melihat matahari terbit pertama milenium kedua, 1 Januari 2000.

Pada 30 Desember 1999 dimulai jam 8 malam dialog dengan berbagai elemen dilakukan di gedung pertemuan Gubernuran di Jayapura. Meskipun dengan cara perwakilan, tetapi banyak sekali yang datang karena penjagaan tidak ketat, demikian dikutip dari artikel NU Online berjudul Alasan Gus Dur Ubah Nama Irian Jaya Menjadi Papua.

Gus Dur lalu mempersilakan mereka yang hadir untuk berbicara lebih dulu. Maka, mulailah mereka berpendapat. Dari yang memuji pemerintahan Indonesia, hingga keras menuntut kemerdekaan.

Setelah semuanya, Gus Dur pun merespons itu, dan salah satunya menegaskan nama Irian Jaya diganti jadi Papua.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment