Ketua Komisi B DPRD Jatim Koordinasi dengan Dinas Pertanian Lakukan Pembasmian Hama FAW Asal Amerika

By Kontributor 07 Jan 2020, 09:58:40 WIBDaerah

Ketua Komisi B DPRD Jatim Koordinasi dengan Dinas Pertanian Lakukan Pembasmian Hama FAW Asal Amerika

Keterangan Gambar : Hama fall army worm atau ulat grayak, hama yang merusak tanaman jagung


matahationline.com - Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Aliyadi Mustofa mengaku telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Jawa Timur untuk melakukan pembasmian hama Fall Army Worm (FAW) yang bernama latin Spodoptera Frugiperda. Hama yang berasal dari Amerika tersebut menjadi hantu bagi petani karena merusak tanaman jagung yang baru berusia 1 bulan.

“Sudah ditangani oleh dinas pertanian, namun tidak semua teratasi secara tuntas,” ungkapnya, Selasa (7/1/2020).

Petani jagung di berbagai daerah di Jawa Timur mengeluh terancam gagal panen sejak dini karena tananam jugung yang baru berusia 1 bulan sudah rusak oleh hama FAW atau yang biasa disebut ulat Grayak oleh petani. Pada Bulan Oktober lalu, petani jagung mengeluh karena kerusakan pertanian jagungnya sangat besar. Hal serupa saat ini juga dialami oleh petani Jember dan Pamekasan Madura. Pertanian jagung mereka rusak karena hama ulat grayak.

Melihat kondisi tersebut, Politisi PKB Jawa Timur tersebut mengaku akan terus melakukan koordinasasi dan pemantauan di lapangan untuk mencari langkah-langkah solutif dan efektif pembasmian hama ulat grayak.

“Prinsipnya sudah ada langkah-langkah solutif dari Pemprov Jatim dan akan terus dilakukan antisipasi. Secara bertahap akan terus dilakukan pemusnahan,” ujarnya.

Ulat grayak menjadi ancaman untuk stabilitas produksi jagung nasional. Karena berdasarkan pantauan dari BBPOPT Kementerian Pertanian, ulat grayak per April-Juli 2019 telah menyebar di 12 provinsi se Indonesia, diantaranya adalah Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Gorong Talo, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Sutara, Riua dan Aceh.

Hama tersebut menyerang tanaman jagung yang masih muda, berumur 1 bulan ke atas. Ulat mulanya memakan lapisan epidermis daun. Serangan lanjutannya larva memakan daun-daun hingga ke pucuk tanaman jagung, sehingga jagung gagal tumbuh sempurna.

Hama tersebut persebarannya melalui angin hingga jarak raturan kilometer. Bahkan di negara asalnya, hama yang juga disebut ulat tentara ini dapat berpindah 1.700 km dari Texas ke Florida pada musim semi hingga musim gugur.

Ulat grayak memiliki kemampuan bertelur hingga 1844 butir. Tak ayal jika kerusahan pada jagung yang disebabkan oleh ulat grayak sangat besar. Di negara-negara Amerika Selatan misalnya, kerusakan yang disebabkan oleh ulat grayak mencapai 70 persen. Argentina terpaksa kehilangan hasil produksi jagung mencapai angka 72 persen. Hondura mengalami nasib yang sama, hasil pertanian jagung mereka menurun 40 persen yang diakibatkan oleh serangan ulat grayak.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment