Mengenal Ma’mulah Harun, Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim yang Baru

By Kontributor 15 Jan 2020, 14:06:00 WIBTokoh

Mengenal Ma’mulah Harun, Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim yang Baru

Keterangan Gambar : Mamulah Harun, Wakil Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur


matahationline.com - Ma’mulah Harun, Angota Fraksi PKB resmi ditunjuk sebagai Wakil Komisi C DPRD Jawa Timur menggantikan Fauzan Fuadi yang mengundurkan diri karena tidak ingin rangkap jabatan (Ketua Fraksi PKB). Pengumuman pergantian tersebut berlangsung dalam sidang paripurna pada hari Senin 13 Januari 2020.

Ma’mulah adalah politisi PKB yang sudah masuk periode kedua di DPRD Jawa Timur. Ia biasa disapa dengan sapaan Bu Ma’mulah. Karir politiknya dimulai sejak berdirinya PKB, yaitu tahun 1998. Ia sekaligus sebagai deklarator DPC PKB Banyuwangi. Perempuan asal Kota Gandrung itu rupanya sudah menjadi anggota dewan sejak pemilu pertama pasca reformasi 1998. Ia terpilih sebagai legislator Banyuwangi 1999-2004, dan 2009 sebagai PAW (Pengganti Antar Waktu). Usai menjadi anggota DPRD kabupaten, ia kemudian melanjutkan karir politik di tingkat provinsi. Gayung pun bersambut, 2014  kali pertama ia terpilih menjadi legislator Jawa Timur dari daerah pilihan Jatim IV (Banyuwangi-Situbondo-Bondowoso).

Awal mulanya, Bu Ma’mulah tidak memiliki niat untuk terjun sebagai politisi, karena Ia dibesarkan dari keluarga Pondok Pesantren Darul Najah Banyuwangi. Di pesantren tersebut, ia mengajar mulai dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA). “Saya mengajar di semua lembaga (semua tingkatan sekolah) itu, yayasan yang didirikan oleh Alm. ayah saya,” terang mantan Ketua Fatayat NU itu.

Rutinitasnya tidak hanya mengajar, mantan aktivis PMII itu sebelum menjadi anggota DPRD juga berkhidmat kepada NU dengan aktif di organisasi sebagai Ketua PC IPPNU Banyuwangi tahun 1984 dan Fatayat NU Banyuwangi sejak tahun 1986-1992. Sepertinya berorganisasi sudah menjadi hobinya, selesai dari Fatayat dua periode, ia bergabung dengan Muslimat NU 1995. Terpilih sebagai Ketua Muslimat NU Kabupaten Banyuwangi 2010 sampai sekarang. “Saya ikut NU sejak kecil, bahkan sejak dalam kandungan. Jadi NU-nya bukan lagi 24 karat, tapi 27 karat mas,” kelakarnya.

Besar dan hidup dilingkungan pesantren sudah menjadi takdirnya. Bu Ma’mulah diberi amanah oleh ayahnya untuk membesarkan yayasan yang dirintisnya itu.

“Aktivitas saya ini ngopeni yayasan, ngopeni pendidikan, itu karena darma bakti saya birul walidain kepada orang tua, orang tua saya yang mendirikan yayasan itu,” imbuh mantan Ketua Koordinator Fatayat NU dan Muslimat NU daerah Besuki itu.

Jalur politik menjadi bagian catatan sejarah Ma’mulah. Awal berdirinya PKB para kiai sepuh di Banyuwangi memintanya untuk menjadi pengurus DPC PKB dan ditunjuk sebagai Ketua PPKB Banyuwangi, organisasi sayap PKB untuk perempuan yang saat ini berubah menjadi Perempuan Bangsa.

Patuh dan manut terhadap kiai-kiai NU telah menambah garis tangannya, dari seorang guru menjadi seorang politisi. Tanggung jawabnya pun bertambah, dari semua yang hanya mengajar, ia kini bertugas untuk membuat kebijakan yang pro terhadap masyarakat. Salah satu perjuanganya adalah menentukan keberpihakan APBD untuk pendidikan khususnya untuk kesejahteraan para guru.

“Saya sejak di DPRD kabupaten memperjuangkan dana insentif untuk guru-guru TPQ,” terang Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat NU Kabupaten Banyuwangi itu.

Ma’mulah Harun yang sebelumnya di komisi E yang menbidangi pendidikan, kini pindah ke komici C sebagai wakil ketua komisi dengan peran yang cukup sentral di parleman Jawa Timur karena membidangi keuangan Jawa Timur.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment