Nilai Pasar Tinggi, Muslimat NU Pasuruan Ingin Maksimalkan Sektor Perikanan

By Kontributor 23 Sep 2019, 17:05:56 WIBEkonomi

Nilai Pasar Tinggi, Muslimat NU Pasuruan Ingin Maksimalkan Sektor Perikanan

Keterangan Gambar : Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur Aida Fitriati bersama Muslimat NU Pasuruan sedang pratek membuat olahan ikan (martabak isi ikan)


Pasuruan, matahationline.com – Sektor perikanan khususnya perikanan laut menjadi sorotan pemerintah karena dinilai mampu meningkatkan perekonomian daerah maupun nasional. Sektor perikanan memiliki nilai pasar yang tinggi di pasar nasional maupun internasional, baik itu dalam bentuk produk mentah (raw material) ataupun dalam bentuk olahan. Melihat hal itu, Ketua Muslimat NU Kabupaten Pasuruan Aida Fitriati menginginkan komunitasnya (Muslimat NU) memaksimalkan sektor perikanan dalam meningkatkan pendapatan dan perekonomian mereka.

Aida Fitriati atau yang biasa disapa Ning Fitri itu menyampaikan bahwa produksi perikanan laut pasuruan berdasarkan data BPS Jawa Timur tahun 2019 sebesar 19.704,1 ton di tahun 2017. Besaran jumlah tersebut tentu harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat termasuk menjadikan produk olahan ikan berbasis industri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Olahan ikan berbasis UMKM bisa dalam bentuk olahan makanan ringan, seperti krupuk ikan, nugget ikan, sempol ikan, martabak ikan, selai ikan, abon ataupun bakso kemasan siap saji.

“Ibu-ibu Muslimat NU tentu harus bisa melihat peluang usaha olahan ikan itu, sehingga memiliki nilai tambah, nilai ekonomis,” ungkapnya.

Untuk menumbuhkan semangat berwirausaha mengelolah ikan, diperlukan ada pelatihan khusus agar tercipta kreativitas dari muslimat. Selain itu, juga bisa memanfaatkan media sosial seperti youtube untuk mencari inspirasi dalam mengelola ikan. “Sekarang eranya digital, semua sudah ada di internet, youtube. Belajar masak, belajar bikin kue termasuk juga belajar olahan ikan menjadi barang yang bernilai juga ada, tinggal kemauan untuk berwirausaha,” jelas anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur itu.

Ia sendiri meyakini permasalahan klasik yang kerap dihadapi dalam memulai usaha adalah permodalan dan pasar. Karena itu ia akan mencari skema yang bisa mendukung pelaku usaha-usaha baru UMKM sehingga bisa mendapatkan bantuan modal, baik melalui dana hibah, perbankan dan juga CSR dari perusahaan-perusahaan.

Persoalan pasar, ia menuturkan bisa menggunakan jejaring e-commerce yang saat ini banyak tersedia di pasaran. E-commerce bisa membantu UMKM menjual produknya dengan jangkauan lebih luas dan tanpa ada batasan tempat dan waktu. Tentu produk yang nantinya dipasarkan harus mendapatkan sertifikakasi SNI terlebih dahulu, sehingga bisa merambah pasar nasional ataupun pasar internasional.

“Produk-produk hasil olahan ikan sebisa mungkin telah memenuhi persyaratan kelayakan dasar pengolahan (GMP & SSOP) dalam rangka menghasilkan produk perikanan bermutu dan aman untuk dikonsumsi,” pungkasnya.[ct]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment