Ning Fitri Berharap Trauma Healing yang Dilakukan Pemkot Pasuruan Segera Pulihkan Psikologi Siswa SD

By Kontributor 11 Nov 2019, 13:06:03 WIBPendidikan

Ning Fitri Berharap Trauma Healing yang Dilakukan Pemkot Pasuruan Segera Pulihkan Psikologi Siswa SD

Keterangan Gambar : Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Aida Fitriati


matahationline.com - Anggota DPRD Jawa Timur Aida Fitriati mengapresiasi langkah Pemkot Pasuruan khususnya Dinas Pendidikan yang telah melakukan kegiatan trauma healing terhadap siswa-siswa SDN Gentong kecamatan Gadingrejo, kota Pasuruan, korban dari atap ambruk beberapa hari yang lalu. Menurut perempuan yang biasa disapa Ning Fitri itu, trauma healing merupakan langkah mengembalikan psikologi anak atau seseorang usai tertimpa musibah.

"Semoga bisa berangsur pulih secara psikis dan proses belajar mengajar bisa dimulai kembali seperti semula," ungkap politisi PKB asal Pasuruan itu, Senin 11 November 2019.

Proses kegiatan trauma healing tidak dilakukan di SDN Gentong, namun dilakukan di halaman Madrasah Diniyah Al Islamiyah yang berada di gang masjid Al Ghofuriyah, Rt 01 Rw 06 Kelurahan Gentong, kecamatan Gadingrejo, kota Pasuruan. Bentuk kegiatan trauma healing dilakukan dengan mengajak siswa-siswi bernyanyi dan gerakan joget ceria.

Disela-sela kegitan itu, juga ada permainan kuis berhadiah langsung uang tunai. Permainan tersebut sontak mengundang tawa ceria dari siswa-siswi.

Selain permainan kuis, juga ada penampilan superhero yang diperankan oleh bagian protokol Kota Pasuruan.

Untuk dikehui, polisi telah menetapkan dua tersangka atas ambruknya SDN Gentong Pasuruan yang menewaskan 1 siswa dan seorang guru.

Dua tersangka berinisial D dan S tersebut juga ditahan karena bertanggung jawab pada konstruksi gedung sekolah.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Luki Hermawan, menyebutkan konstruksi gedung sekolah tersebut tidak sesuai spesifikasi.

"Konstruksi bangunan ini (gedung SD Negeri Gentong 1 Pasuruan, red) sudah gagal konstruksi dan ngawur." katanya.

Penetapan kedua tersangka tersebut dilakukan setelah tim yang dibentuk untuk menyelidiki kasus tersebut sudah menyelesaikan penyelidikan.

Kedua tersangka ditangkap di Kediri. Keduanya merupakan pihak swasta. Untuk sementara, keduanya dijerat dengan pasal 359 atas kelalaiannya yang membuat orang lain meninggal dunia.[ct]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment