Ning Laila Akan Bawa Aspirasi Warga Sukodono Lumajang dalam Rapat Dewan Jatim

By Kontributor 28 Nov 2019, 22:42:42 WIBDaerah

Ning Laila Akan Bawa Aspirasi Warga Sukodono Lumajang dalam Rapat Dewan Jatim

Keterangan Gambar : Anggota Fraksi PKB DPRD Jatim, Lailatul Qodriyah saat reses menyawa warga Sukodono Lumajang


Lumajang, matahationline.com – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Lailatul Qodriyah mengatakan akan membawa aspirasi warga Sukodoni Lumajang dalam rapat bersama dewan DPRD Jawa Timur. Hal itu disampaikan perempuan yang biasa disapa Ning Laila itu saat menjalankan agenda reses yang bertempat di PP Manarul Quran Desa Kutoterenon, Kecamatan Sukodono Lumajang, Kamis (28/11/2019)

Ning Laila tampak mendengarkan satu persatu aspirasi yang diutarakan oleh warga peserta reses, salah satunya terkait dengan kesejahteraan guru madrasah diniyah dan guru honorer. Pasalnya, gaji yang diterima oleh para pejuang pengentas kebodohan tersebut tidak sebesar dengan pengorbanan yang telah dilakukan. Karena itu, para guru tersebut perlu untuk mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.

Politisi PKB Jawa Timur itu mengatakan bahwa tidak semua terkait dengan kesejahteraan guru berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, seperti SD dan SMP berada dibawah nauangan pemerintah kabupaten/kota. Sedangkan untuk SMA/SMK berada di bawah naungan pemprov.

“Akan tetapi pada prinsipnya, keluhan, aspirasi yang disampaikan tadi kita perjuangkan. Saya sebagai legilator Jatim akan koordinasi dengan Pemkab Lumajang,” kata anggota Fraksi PKB dari dapil Jember-Lumajang itu.

Sedangkan untuk guru honorer SMK/SMA akan ia perjuangkan di parlemen Jawa Timur dengan rapat bersama dewan dan eksekutif (gubernur). Tujuannya adalah meningkatkan dana insentif bagi para guru honorer. Namun kata Ning Laila, semua itu pasti akan diukur terlebih dahulu dengan kekuatan APBD Jawa Timur.

“Jadi tidak semua yang diusulkan langsung di ACC, disetujui, tidak. Salah satu yang jadi pertimbangan adalah kekuatan APBD,” sambungnya.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan desa. Desa saat ini mendapatkan dana tranfer dari pusat berupa dana desa yang sangat besar jumlahnya dan bisa digunakan untuk membangun desa. Dengan aktif berpartisipasi dalam proses pembangunan desa tersebut akan memicu terjadinya pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.[tc]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment