Penjelasan Cak Imin Soal Kontrak Politik dengan Rhoma Irama

By Kontributor 13 Des 2017, 11:02:19 WIBPolitik

Penjelasan Cak Imin Soal Kontrak Politik dengan Rhoma Irama

Keterangan Gambar : Cak Imin saat berdiskusi dengan mahasiswa


Jakarta, matahationline.com – Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar memberikan penjelasan soal kontrak politik antara PKB dan Rhoma Irama. Kontrak politik tersebut terkait dengan tekat PKB untuk mengusung Rhoma Irama pada Pilpres 2014 lalu.

Pria yang biasa disapa Cak Imin tersebut akhirnya memberikan penjelasan kepada awak media karena adanya anggapan bahwa ia dan partainya dianggap licik dan meninggalkan Rhoma Irama. Ia mengaku, dirinya dan Rhoma Irama menjalin pembicaraan yang begitu mendalam yang tidak semua orang tahu.

"Orang enggak tahu kita sama Rhoma itu, pembicaraannya sangat dalam. Dalam artian fair. Fair dalam artian ada kontrak tertulis yang orang enggak tahu dan dianggapnya licik kalau belum tahu. Ini sedikit saya buka saja," ungkapnya, Selasa Malam (12/12/2017)

Dalam kontrak tertulis tersebut, terdapat poin yang menyebutkan bahwa PKB akan mencalonkan Rhoma Irama sebagai calon presiden, jika mampu meningkatkan suara PKB hingga 15 persen dalam kampanye politik. Hal tersebut yang kemudian disetujui oleh Rhoma Irama dan melakukan kampanye diberbagai daerah di Indonesia.

"Kontraknya tertulis. Pakai notaris, di depan saksi-saksi. Ada beberapa poin penting. Salah satunya tugas Rhoma apa, tugas saya apa, dan hasil akhirnya apa," katanya dia.

Cak Imin mengaku, Rhoma Irama berkontribusi dalam perolehan suara PKB, karena mendapat dukungan fanatiknya di Wilayah Jawa Barat, Aceh dan NTB. Namun kontribusi tersebut tidak mencapai angka 15 persen.

 "Tapi ternyata Rhoma Irama tidak bisa berkontribusi hingga 15 persen. Akhirnya berhenti. Orang mengira saya membohongi Rhoma Irama. Itu licik. Padahal tidak licik. Kontrak politiknya begitu," terangnya.[dc]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment