Politisi PKB Gunakan Kesempatan Sosialisasi Perda di Acara Pagelaran Seni Budaya

By Kontributor 09 Nov 2019, 09:39:47 WIBDaerah

Politisi PKB Gunakan Kesempatan Sosialisasi Perda di Acara Pagelaran Seni Budaya

Keterangan Gambar : Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Chusainuddin


matahationline.com – Politisi PKB Jawa Timur Chusainuddin menggunakan pertunjukan pagelaran seni budaya di Gor Yoyoboyo Kediri, Jumat malam (8/11/2019) dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke 74 tahun tersebut sebagai kesempatan untuk mensosialisasikan 14 Peraturan Daerah (Perda) Jawa Timur. 14 belas perda tersebut merupakan produk hukum yang baru disahkan oleh DPRD Provinsi Jawa Timur kurung waktu 2018-2019.

Diantara 14 Perda tersebut yang sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat adalah tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat. perda yang bersinggungan langsung dengan masyarakat tersebut patut untuk diketahui oleh warga Jawa Timur secara luas untuk menumbuhkan semangat peduli dan patuh hukum.

“Sosialisasi ini sangat perlu mas, kita masih minim mensosialisasilan produk perda yg sudah disahkan dewan, sehingga masyarakat luas jarang yang tau,” ungkap anggota DPRD Jawa Timur itu.

Ia mengaku bahwa anggota dewan perdapil hanya memiliki satu kali kesempatan untuk mensosialisasikan perda yang telah disahkan setiap tahunnya. Hal tersebut terasa sangat kurang efektif, karena itu ia mengusulkan untuk menambahkan program sosialisasi perda tersebut dua kali dalam setahun.

Sosialisasi perda yang dikemas dengan pagelaran seni budaya tersebut mampu mengundang animo masyarakat Jawa Timur khususnya warga Kediri. “Selain murah meriah, juga efektif dalam melakukan dan penyapaan masyarakat di dapil masing-masing anggota,” terang pria yang biasa disapa Mas Udin itu yang ditemani anggota DPRD Jatim lainnya yang berasal dari dapil Jatim VIII (Kab/Kota Kediri), diantaranya ada Subiyanto Sabron Djamil, Heri Setiawan, Basuki Babussalam.

Karena begitu pentingnya produk hukum atau perda itu diketahui oleh masyarakat, ia akan mengusulkan setiap anggota bisa mensosialisasikan perda yang telah disahkan di luar jadwal reses.

Ia menambahkan, peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur dengan pagelaran seni budaya tersebut juga dalam rangka melestarikan seni tradisi budaya bangsa, yang saat ini mulai tergerus oleh peradaban jaman. Tradisi budaya tradisional yang menjadi ciri khas dan kekeyaan bangsa saat ini sudah jarang dilirik masyarakat, khususnya kaum milenial. Sebab itu, pemerintah sebisa mungkin untuk bisa memperkenalkan budaya kepada kelompok milenial.

“Kita lakukan kegiatan ini untuk nguri-uri atau melestarikan budaya dan seni Jawa  serta mencintainya. Sebab, keberadaan seni tradisional keberadaannya semakin tergerus oleh kebudayaan barat,” ungkap Bendahara DPW PKB Jawa Timur itu.[ct]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment