Sebelum PKP-NU, Fraksi PKB Jatim Ziarah Kubur ke Makam Pendiri NU

By Kontributor 27 Sep 2019, 18:42:22 WIBPolitik

Sebelum PKP-NU, Fraksi PKB Jatim Ziarah Kubur ke Makam Pendiri NU

Keterangan Gambar : rombongan anggota Fraksi PKB DPRD Jatim saat berziarah ke makam KH Bisri Syansuri Denanyar Jombang


Jombang, matahationline.com – Seluruh anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur bersama dengan keluarganya diwajibkan untuk mengikuti acara Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKP-NU) di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo Kediri. Namun, sebelum PKP, para anggota ziarah kubur terlebih dahulu ke makam-makam pendiri NU.

Ziarah yang dikomandoi oleh Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar itu memulai ziarah ke makam Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy'ari dan KH Abdurahman Wahid (Deklarator PKB/Presiden RI ke 4) di komplek Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Rombongan politisi Jawa Timur itu membaca tahlil dan doa bersama. Ziarah kemudian dilanjutkan ke makam KH Wahab Hasbullah Tambak Beras dan makam KH Bisri Syansuri di Denanyar Jombang.

Wakil Sekretaris DPW PKB Jatim Fauzan Fuadi mengatakan bahwa partainya memang mewajibkan kadernya yang terpilih menjadi anggota dewan, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk mengikuti PKP NU. Hal tersebut bertujuan untuk menguatkan ideologi ahlussunah waljamaah (asalwaja) annahdliyah. "PKP NU untuk kembali menguatkan ideologi ahlussunnah waljamaah annahdliyah para anggota dewan,” ungkap anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur itu.

Politisi asal dapil Bojonegoro-Tuban itu menjelaskan bahwa bangunan politik kebangsaan PKB sejalan dengan nilai-nilai perjuangan NU islam asawaja dalam memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga penguatan ideologi kader PKB dilakukan bersama dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Harapan ke depan kata Fauzan, politisi PKB mampu mengimplementasikan nilai-nilai ke NU-an di dalam setiap penyusunan kebijakan dan program untuk masyarakat Jawa Timur.

Untuk diketahui, PKP NU untuk anggota Fraksi PKB Jawa Timur itu akan berlangsung selama 3 hari, dari hari Jumat-Minggu malam 29 September 2019. Seluruh anggota bersama keluargnyaa akan mengikuti serangkaian materi penguatan ideologisasi aswaja annahdliyah, Pancasila dan penguatan NKRI.[ct]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment