Tiga Solusi Cak Imin Agar Seni Tradisional Kembali Eksis

By Kontributor 13 Feb 2019, 15:08:51 WIBTokoh

Tiga Solusi Cak Imin Agar Seni Tradisional Kembali Eksis

Keterangan Gambar : Cak Imin foto bersama dengan seniman jaranan Kabupaten Nganjuk


matahationline.com – Seni kebudayaan tradisional acap kali terlupakan dan tidak mendapatkan panggung di dunia hiburan. Tidak punya panggung ataupun tidak punya kesempatan untuk manggung menjadikan seni tradisional itu hilang dari ingatakan para pemuda bangsa, bahkan sudah banyak yang tidak mengenali seni tradisional asal usul daerah kebudayaan tersebut.

Sebab itu, tak heran jika Wakil Ketua MPR RI Abdul Muhaimin Iskadar memberikan perhatian khusus atas perkembangan seni tradisional Indonesia. Ia memberikan tiga solusi agar seni tradisional kembali di kenal publik dan digemari sebagai kekayaan khas bumi nusantara ini. Ada tiga solusi yang coba ditawakan oleh pria yang biasa disapa Cak Imin itu.

Pertama adalah, adanya aturan yang mengatur terkait jam tayang khusus untuk pengguna frekuensi layanan publik seperti televisi dan radio. Ia menginginkan pemerintah untuk membentuk aturan yang mengharuskan stasiun televisi dan radio menyiarkan seni-seni tradisional.

“Pengguna frekuensi publik (tv dan radio) harus memberi slot khusus yang diwajibkan pemerintah,” ungkap Ketua Umum PKB itu.

Adanya slot jam tayang khusus untuk seni tradisional tersebut diyakini sebagai solusi yang tepat untuk kembali mengingat, menghargai dan ambil pelajaran dari kesenian kebudayaan tradisional. Terlebih lagi, seni tradisional tersebut merupakan salah satu kekayaan yang tidak bisa dibajak oleh negara lain.

Solusi kedua yang ditawarkan oleh Cak Imin adalah terkait pembiayaan penyelenggan ferstival seni tradisional yang bersumber dari kementerian dan pemerintah daerah. Dengan adanya perhatian khusus dari pemerintah pusat dan daerah, penyelenggara tidak akan lagi bingung saat ingin menggelar festival kebudayaan. Dimana sifat dari penyelengaraan tersebut untuk eksistensi budaya bangsa.

Solusi ketiga Cak Imin melalui cuitannya di twitter @cakimiNOW tersebut adalah pendirian sanggar untuk seni tradisional. Pendirian sanggar tersebut menjadi salah satu hal yang urgent dalam melestarian seni tradisional. Sanggar tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk berlatih dan mengembangkan kreativitas, namun juga sebagai tempat untuk kaderisasi. “Pendirian sanggar guna pengembangan kreasi dan inovasi dalam rangka kaderisasi,” tulis Cak Imin. Kaderisasi akan terus berlansung jika mempunyai wadah dan tempat yang jelas dalam proses kaderisasi.

Tweet Cak Imin tersebut ditulis usai melakukan kunjungan ke Kabupaten Nganjuk Jawa Timur, Minggu (10/2/2019). Dalam kunjungan tersebut, Cak Imin disambut dengan seni jaranan. Cak Imin tampak akrab bercengkrama sambil berdiskusi santai dengan pelaku seni tradisional.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment